6 Makanan Khas Ambon

wandtel

6 Makanan Khas Ambon

papeda-kuah-kuning
Tribunnews.com

Makanan Khas Ambon – Daerah timur Indonesia memang sangat kaya dalam bidang pariwisatanya, tak ketinggalan juga dengan kuliner.Banyak kuliner-kuliner nikmat yang datang dari daerah timur Indonesia, salah satunya Ambon.

Ambon merupakan ibukota provinsi Maluku, dan menawarkan banyak sekali beraneka ragam kuliner. Mulai dari yang pernah kita dengar, sampai hidangan yang sama sekali belum pernah kita tahu.

Untuk lebih lanjut, yuk simak makanan khas Ambon yang bisa bikin perut kamu langsung kenyang.

1. Nasi Kelapa Khas Ambon

Nasi Kelapa Khas Ambon
ranselusang.com

eatshowandtell – Desa Batu Merah sudah tersohor sebagai desa kuliner sejak dahulu, Desa yang punya aksen khas ketika berbicara ini harus menjadi salah satu tempat yang dikunjungi apabila sedang berada di Ambon.

Sesuai predikatnya, berbagai jajanan kuliner khas Maluku, dengan aneka cita rasa yang begitu enak dapat dijumpai di sini. Biasanya Batu Merah akan sangat ramai pada bulan Ramadhan, karena ada bursa kue di sepanjang jalan raya di desa itu. Pembelinya bukan saja warga Muslim, namun juga warga Kristiani.

Batu Merah biasanya menjadi tempat warga Kota Ambon membeli menu sarapan maupun makam malam. Aneka makanan bisa dibeli dengan harga terjangkau jika perut mulai keroncongan.

Begitu tiba di Batu Merah, kita langsung disambut berbagai macam lapak makanan. Ada yang menjual aneka kue, nasi kuning dan nasi kelapa. Namun, dibanding sejumlah kuliner yang dijajakan, nasi kelapa Batu Merah merupakan makanan yang yang paling terkenal. Hampir setiap sudut desa ini, ada pedagang nasi kelapa.

Jam masih menunjukkan pukul 19.00 WIT ketika tiba di warung Ibu Nur. Kepulan asap ikan bakar di warungnya sudah terlihat dari kejahuan. Warung kecil itu sudah ramai oleh pembeli yang sedang menunggu ikan bakar mereka matang.
Inilah yang membedakan warung nasi kelapa Ibu Nur dengan penjual nasi kelapa lainnya. Di sini ikan bakar menjadi salah satu pilihan lauk untuk pelengkap. Ikannya akan dibakar setelah pembeli memilih ikan, dan saat matang akan dilengkapi dengan sambal colo-colo khas Maluku.

Nasi Kelapa sendiri rasanya sepintas mirip dengan Nasi Uduk di Jakarta, tapi kita akan temukan perbedaan pada cita rasanya. Keduanya memang menggunakan adonan santan, tapi bumbu racikannya berbeda.

Kalau Nasi Uduk dibuat menggunakan bumbu sereh, daun salam, daun jeruk, daun garam secukupnya. Maka nasi kelapa hanya menggunakan bumbu daun pandan dan daun jeruk.Ketika disajikan, Nasi Uduk ditaburi bawang goreng.Temannya bisa tempe dan tahu goreng, empal daging sampai udang atau ayam goreng,dengan ditemani sambal kacang.
Sementara Nasi Kelapa dimakan dengan terasi kelapa yang dibuat dari parutan kelapa dicampur cabe dan bawang merah serta perasan jeruk limau, ikan asin, dan perkedel udang. Tapi yang lebih nikmat, jika dimakan bertemankan colo-colo dan ikan bakar.

Ikannya boleh ikan apa saja, namun biasanya yang paling cocok adalahikan Kawalinya atau ikan Lema. Keduanya adalah ikan khas laut Maluku, sejenis ikan kembung.Colo-colo sendiri merupakan salah satu makanan khas Maluku yang dibuat dari perasan jeruk, irisan bawang, irisan tomat, cabe rawitdaun kemangi, serta gula dan garam secukupnya.Warung Ibu Nur sudah ramai oleh pembeli yang sedang menunggu ikan bakar mereka matang. Dalam semalam, warung Ibu Nur yang berlokasi di belokan Tugu SiliwangiBatu Merah ini melayani pengunjung sampai puluhan orang.

“Dulu warungnya tidak sebesar sekarang, namun karena semakin banyak pengunjung dan makan langsung di tempat sehingga kita lakukan pembesaran. Ada yang datang sendiri, bersama keluarga dan yang paling sering adalah rombongan, yang rata-rata merupakan wisatawan,” jelasnya.

Warung Ibu Nur yang sudah buka sejak tahun 2000 ini, dengan omset perharinya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta.Harga satu porsi nasi kelapa mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000, tergantung permintaan pembeli. Untuk satu bungkus Nasi Kelapa dilengkapi dengan lauk terasi kelapa, potongan ikan asin atau ikan saus lainnya. Bisa juga menggunakan telur asin atau rebus,” tuturnya.
Nur menjelaskan, untuk seporsi nasi kelapa dengan ikan bakar harganya berkisar antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000 jika menggunakan ikan bakar sesuai pilihan. Ikannya sendiri baru akan dibakar, setelah dipilih oleh pembeli sesuai selera.

Warung Ibu Nur sendiri, mulai buka sejak pukul 18.00 WIT. Waktu tutupnya tidak menentu, karena kadang lebih cepat, atau kadang agak molor. Tegantung banyaknya pembeli yang datang
“Kalau sedang ramai biasanya pukul 21.00 WIT sudah habis, namun bila tidak begitu ramai bisa sampai pukul 22.30 WIT. Boleh makan langsung di tempat atau dibungkus, namun biasanya banyak yang memilih untuk makan di tempat, karena lebih nikmat ketika ikan bakarnya masih hangat,” tandasnya, kumparan.com

2. Nasi Bambu Khas Ambon

Nasi Bambu Khas Ambon
Merahputih

Nasi bambu merupakan representasi khas kota Ambon, biasanya menjadi menu utama saat bersantai. Jenis beras bambu ini terutama terbuat dari beras ketan yang enak. Bisa dibilang dibutuhkan banyak kesabaran saat membuat nasi bambu.

Biasanya proses pembuatan beras bambu dimulai pada pagi hari.Langkah pertama dalam membuat beras bambu adalah mencuci dan mengeringkan beras hingga tidak ada air lagi. Kemudian kupas dan potong kelapa untuk membuat santan.

Setelah perasan santan, tambahkan sedikit garam pada santan agar rasa kelapa menjadi kaya, kemudian tambahkan santan dan siapkan bambu. Bambu yang digunakan berukuran sedang, sehingga dapat diperoleh hasil yang benar saat mencetak beras.

Untuk membuat nasi tidak lengket, daun pisang bisa digunakan sebagai pelapis nasi bambu. Proses pemasakan dimulai dengan menuangkan nasi ke dalam cetakan, kemudian menuangkan santan untuk menutupi seluruh bagian ketan. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat nasi bambu adalah 6 jam.

Baca Juga : 10 Kuliner Khas Tulungagung

3. Pisang Asar Khas Ambon

Pisang Asar Khas Ambon
cookpad.com

Jajanan fast food khas Indonesia banyak sekali, salah satunya Pisang Asar  Ambon.

Umat ​​muslim di ambon memiliki sajian khas yang merupakan sajian paling populer selama bulan ramadhan, jenis masakan ini adalah pisang asar. Di hari-hari biasa, pisang asar merupakan salah satu jenis makanan yang sulit ditemukan, dapatkan dari pemesanan langsung dari pabrikan.

Namun saat Ramadan datang, jajanan khas ini bisa ditemukan di pinggir jalan atau di kawasan Batu Merah dekat Masjid Agung (Batu Merah) di Altuata. Berbeda dengan pisang yang biasanya diolah atau digoreng, jika dilihat sekilas pisang asar dipanggang dalam oven. Sekilas hampir mirip dengan pisang bakar, namun rasa pisang asar lebih asin dari pada pisang bakar.

Rasa nikmat ini berasal dari margarin yang dioleskan pada daging pisang sebelum dipanggang. Umumnya jenis pisang yang digunakan untuk membuat Pisang Asar adalah pisang raja. Raja Pisang dianggap varian yang tepat untuk pembuatan Pisang Asar, karena jika menggunakan jenis pisang yang lain rasanya kurang enak, Pisang Raja (Banana Raja) kemudian ditambahkan kenari, kayu manis, garam dan susu kental manis. Ramuan tersebut menjadikan Pisang Asar sebagai makanan favorit saat berpuasa.

Belum lagi, pisang merupakan salah satu jenis buah yang bisa membuat kita cepat kenyang, sehingga bisa menunda rasa lapar sebelum makan banyak.

Di Ambon sendiri, harga pisang asar terjangkau, sekitar 2.000 hingga 5.000 rupiah per potong.

4. Ikan Kuah Pala Khas Ambon

Ikan Kuah Pala Khas Ambon
Lezzat.id

Memang banyak sekali destinasi wisata yang indah dan mempesona di Provinsi Maluku. Jika tidak mencicipi salah satu kuliner khas provinsi ini, maka perjalanan ke provinsi tersebut belum lengkap. Salah satunya adalah Ikan Banda dalam Sup Pala. Ikan dalam sup pala Banda ini merupakan penganan khas dari Kepulauan Banda di Kabupaten Maluku yang ada di tengah Provinsi Maluku. Ikan Banda dalam Sop Pala merupakan salah satu kuliner kebanggaan masyarakat sekitar.

Bahan dasarnya terbuat dari ikan segar, biasanya ikan laut atau kerapu dicampur dengan pala dan diasinkan. Rasanya sangat unik, yaitu campuran panas dan asam. Rasa pedas yang dihasilkan bukan berasal dari cabai pedas, melainkan dari cabai pedas dan bumbu lainnya. Sekali Anda mencobanya, Anda pasti akan ketagihan. Konon, karena rasanya yang khas, dulu hidangan ini hanya disajikan untuk pejabat Belanda.

Cara membuat masakan ini sangatlah mudah.
Pertama, siapkan ikan segar, seperti kerapu atau kakap merah. Ikan ini memiliki tekstur yang lembut dan menyerap rempah-rempah. Jangan lupa juga siapkan beberapa bumbu yang akan dihaluskan, seperti cabai merah, merica, bawang merah, laos dan terasi.

Kedua, didihkan air sampai mendidih. Setelah itu masukkan semua bumbu halus dan serpihan pala ke dalam air. Tambahkan juga garam dan serai secukupnya agar rasa dan aroma masakan lebih segar. Tunggu beberapa saat hingga ikan dan aren matang, lalu keluarkan untuk disantap ikan sop pala Banda.

Hidangan ini biasanya disantap dengan nasi, samba am pot. Sambal Bekasang adalah sambal yang dibuat dari ikan loncat, cabai dan air jeruk nipis. Sekaligus, ulangannya adalah campuran beberapa lalapan, seperti kangkung, kacang panjang, ketimun, wortel, terong, tauge, terasi, haluskan kenari, paprika dan sedikit cuka dan garam.

Baca Juga : 6 Tempat Wisata yang Menarik Di Lombok

5. Kopi Sibu-Sibu Khas Ambon

Kopi Sibu-Sibu Khas Ambon
Money.id

Jika Anda belum mencicipi makanan atau minuman yang khas, maka mengunjungi kawasan tersebut belum lengkap. Begitu pula jika “teman traveller” ada di Ambon, Maluku. Mampir saja di Sibu-sibu Cafe dan cicipi masakan khas mereka. Mungkin banyak yang ingin tahu, apa sih makanan ambon manise yang sebenarnya?

Tidak hanya bisa nongkrong dan menikmati secangkir kopi, “teman traveller” juga bisa mendengarkan budaya lokal di kafe ini. ingin tahu? Silakan lihat komentar di bawah.

Kedai kopi Sibu-sibu terletak di Jalan Said Komando No. 47, Maluku Ambon. Lokasinya sangat mudah ditemukan di pusat kota. Wisatawan dan teman dapat menggunakan transportasi pribadi atau transportasi tradisional (seperti becak) untuk berkunjung ke sini. Tempat nongkrong unik ini buka mulai pukul 07.00 hingga 22.00.

Bahasa asli bahasa Sibu artinya angin sepoi-sepoi. Nama kafe ini terinspirasi dari tragedi Maluku yang membuat banyak orang merasa sedih. Pemilik kemudian membangun kedai kopi sebagai tempat berkumpulnya warga Ambon untuk berkumpul dan bertukar pikiran dengan tenang dan damai.

Tidak hanya karakter fiktifnya saja, Teman Traveler bisa benar-benar merasakan filosofi Sibu dari Sibu saat mengunjungi kafe ini. Anda akan merasakan keramahan masyarakat Ambon yang hangat. Bagaimana mereka menyambut hangat setiap pengunjung.

Sibu Temple Café juga didirikan untuk memperkenalkan budaya kuno Malu kepada masyarakat. Selain itu, banyak orang Belanda yang tinggal di Belanda setiap tahun, kembali dan tinggal bersama keluarga mereka untuk jangka waktu tertentu. Mereka bisa datang ke Kuil Sibu untuk bersantai dan mempelajari beberapa budaya lokal.

Kafe Sibu-sibu bermaksud untuk menunjukkan kepada publik cita rasa asli Maluku. Baik melalui produk kuliner maupun cagar budaya. Tugas ini dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan seragam pekerjanya didesain berdasarkan pakaian khas Maluku.

Dinding kafe adalah gambar selebriti yang berdarah
Maluku. Dari Kapitan Pattimura, penyanyi Bob Tutupoly, Glenn Fredly hingga Ruth Sahanaya. Selain itu, ada atlet Ampang, Charles Dissels (Charles Dissels) dan pemain sepak bola Belanda Danny Landzaat (Danny Landzaat). Seperti yang Anda ketahui, berikut juga foto petinju Elias Pical.

Pihak pengelola kafe kerap memanjakan pengunjung melalui pertunjukan musik live. Beberapa lagu dinyanyikan di Ambon. Hal ini seolah mempertegas julukan Ambon, Kota Musik, juga dikenal sebagai Kota Musik.

6. Sambal Colo-Colo Khas Ambon

Sambal Colo-Colo Khas Ambon
cookpad.com

Membicarakan sambal nusantara tentu tak akan ada habisnya. Setiap daerah pasti memiliki berbgai sambal khasnya, salah satunya adalah sambal colo-colo. Meskipun merupakan sambal khas Ambon, sambal ini sangat terkenal di berbagai penjuru Sulawesi dan Maluku. Sambal colo-colo memiliki dua versi yakni dengan kecap manis atau tanpa kecap manis. Soal rasa, keduanya sama-sama segar, pedas, dan gurih. Untuk itu, Makanabis akan membuat sambal colo-colo dengan resep berikut ini dalam versi dengan kecap.

Bahan-bahan:

Cabai rawit.

2 siung bawang merah.

1 buah tomat.

50 ml kecap manis.

1 buah jeruk nipis.

Kaldu ayam bubuk.

Daun kemangi.

Garam.

Air.

Cara membuat:

Iris bawang merah, cabai rawit, tomat, dan daun kemangi.

Tambahkan perasan jeruk dan 2 sdm air panas lalu aduk hingga merata.

Sambal colo-colo siap dihidangkan.

Sambal ini biasanya disajikan dengan ikan bakar maupun ikan goreng. Kamu bisa mengatur tingkat kepedasannya dengan menambah atau mengurangi jumlah cabai rawit yang digunakan.

Share this:

Next Post

7 Makanan Khas NTT (Nusa Tenggara Timur)

7 Makanan Khas NTT (Nusa Tenggara Timur) Makanan Khas NTT –  Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk dalam wilayah Indonesia Timur dengan kekayaan budaya yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia.Selain budaya, makanan khas NTT juga memiliki ciri khas yang tentunya berbeda dan unik yang patut dicoba saat berlibur ke […]
7 Makanan Khas NTT (Nusa Tenggara Timur)

Subscribe US Now